Sibuk Kerja, Kamu Gak Bisa Sering Nongkrong Lagi. Ini 5 Alasan Kenapa Itu Justru Pantas Disyukuri

Sibuk Kerja, Kamu Gak Bisa Sering Nongkrong Lagi. Ini 5 Alasan Kenapa Itu Justru Pantas Disyukuri

“Bro, lo sibuk apa sekarang? Kok nggak pernah nongol di tongkrongan?”

“Gue sibuk kerja, kembali malem terus. Ah elah, anak-anak yang lain pun nggak terdapat kabarnya!”

Nah, apakah kamu pun punya empiris yang sama? Setelah lulus kuliah dan bekerja, tak lagi ada masa-masa tersisa guna nongkrong atau sekadar kumpul dengan teman? Ataukah anda sering merasa kesepian sebab teman-teman lama makin sibuk dengan kehidupannya masing-masing?

Sibuk Kerja, Kamu Gak Bisa Sering Nongkrong Lagi. Ini 5 Alasan Kenapa Itu Justru Pantas Disyukuri
Sibuk Kerja, Kamu Gak Bisa Sering Nongkrong Lagi. Ini 5 Alasan Kenapa Itu Justru Pantas Disyukuri

Menurut Judibolawin Tak dapat dipungkiri, seiring meningkatnya usia, tidak sedikit hal yang bakal berubah dalam hidupmu. Semasa sekolah dan kuliah, hari-harimu barangkali terasa lebih meriah sebab ada teman-teman yang selalu dapat diajak berbagi. Jam istirahat, setelah kembali kuliah, ketika akhir pekan jadi kesempatanmu guna mengakrabi mereka seraya bersantai dan melepas penat.

Tapi, tak perlu cemas meski kehidupan di umur dewasa laksana membuatmu “tenggelam”. Tak lagi dapat nongkrong atau kumpul dengan teman-teman tersebut wajar. Lebih tidak jarang sendiri dan merasakan hidup yang lebih sepi tersebut pun sah-sah saja. 10 dalil dalam tulisan ini dapat jadi bakal membuatmu lebih bersyukur dan merasakan hidupmu yang sekarang!

1. Berhenti dari kelaziman nongkrong berarti hidup hemat. Kamu tak perlu menerbitkan Rp. 40.000 – 100.000 tiap kali kumpul dengan rekan dan nongkrong di cafe.

 

Kamu yang terbiasa nongkrong atau kumpul-kumpul dengan rekan tentu telah paham benar, bahwa kegiatanmu ini perlu biaya. Janjian dengan rekan di cafe, kedai kopi, atau bahkan angkringan sekalipun – anda tetap akan menerbitkan uang. Tak menyeluruh rasanya andai momen kebersamaan dengan mereka tak ditemani minuman atau camilan. Semakin seru obrolan kalian, maka semakin kamu hendak memesan macam-macam.

Bayangkan, berjam-jam bercerita tentang tidak sedikit hal, apa lumayan kalau anda cuma pesan minum satu kali? Bahkan, sepiring kentang goreng pun telah pasti berakhir di sesi-sesi mula obrolanmu. Tak sadar telah memesan sekian banyak menu, anda baru merasa kaget ketika pergi ke kasir. Mungkin, anda sudah memperhitungkan sedikit gajimu guna “dana sosial” – dana yang sengaja disisihkan dan dipakai saat terdapat acara nongkrong atau kumpul-kumpul dengan teman. Tapi, yakin dana sosialmu cukup, atau malah sering “jebol” sehingga anda harus memungut tabungan?

Coba deh hitung ulang keuangnmu, kira-kira berapa yang dapat kamu pisahkan setelah menyimpulkan untuk berhenti atau mengurangi kelaziman nongkrong dan kumpul-kumpul?

2. Kesehatan dan berat badanmu jadi lebih terpantau. Kamu tak bakal sering-sering memesan makanan yang sebetulnya tak tubuhmu butuhkan.

 

Kebiasaan nongkrong memang erat kaitannya dengan pola hidup yang tak sehat, utamanya soal makanan. Cafe atau angkringan seringkali menyajikan makanan-makanan yang sebetulnya tak baik untuk tubuh. Menu-menu di cafe lazimnya didominasi junk food atau fast food, laksana pizza, burger, dan kentang goreng. Sementara, angkringan yang murah meriah juga tak kalah jahat sebab menghidangkan sekian banyak jenis gorengan dan olahan mie instan yang sudah tentu menggoda guna disantap.

Padahal, konsumsi makanan-makanan tersebut akan berdampak buruk untuk kesehatanmu. Berat badanmu dapat jadi meningkat menyeluruh dan tubuhmu barangkali saja terjangkit penyakit diabetes. Jika telah terbiasa mencicipi makanan tak sehat yang “kaya” penyedap rasa, anda akan tak mau menyantap makanan sehat yang seringkali minim bumbu. Makanan-makanan yang digoreng jelas berisi kalori berlebih yang pun berbahaya. Mie instan pun diperkirakan jadi penyebab utama penyakit kanker usus.

Nah, gimana? Masih gemar sekali mengkonsumsi jajanan tak sehat sembari ngobrol asik dengan temanmu?

3. Kamu juga terhindar dari kebiasaan-kebiasaan riskan seperti mengisap rokok atau tidak sedikit minum

 

Di suatu cafe saat kumpul-kumpul dengan teman…

“Nih, inginkan rokok gue?”

“Sorry, gue tobat, berhenti ngerokok. Hehehe.”

“Ah elah, nggak kompak loe! Sebatang aja nih, tanda persahabatan!”

Dalam pergaulan, kita tentu akan menemukan sekian banyak jenis teman. Ada teman-teman baik yang dapat memberi pengaruh positif. Tapi, terdapat pula teman-teman yang nyatanya melulu membawa pengaruh buruk. Momen kumpul dengan teman biasanya lekat dengan kebiasaan-kebiasaan tidak cukup baik, seperti mengisap rokok atau bahkan minum alkohol.

Salah satu teknik untuk menghindari dari hal-hal negatif itu ialah dengan berhenti dari kelaziman nongkrong. Mungkin, sejumlah temanmu bakal merasa kecewa. Namun, saat rutinitas kegiatan atau kegiatan di kantor yang jadi alasannya, pasti mereka akan dapat menerima. Saat menjejak umur dewasa, setiap temanmu pun bakal sibuk dengan dunianya sendiri. Sah-sah saja andai kamu memilih mengelak dan konsentrasi dengan kehidupanmu sendiri. Kemungkinan, mereka akan mengejar teman-teman baru yang sesuai atau dapat menerima kelaziman mereka.

4. Dengan tak keliaran ke luar malam-malam, kamu dapat menerapkan pola hidup sehat dengan jam istirahat yang lumayan dan teratur

 

Setelah seharian berkutat dengan tugas-tugas kantor, pasti energimu laksana sudah dihabiskan habis. Kesenangan saat membual sambil bercengkerama dengan rekan memang dapat meredakan penat di kepalamu. Namun, satu-satunya yang paling anda butuhkan ialah istirahat. Pulang ke lokasi tinggal lalu mandi dengan air hangat, santap malam, dan berbaring di lokasi tidur sambil memperhatikan musik atau menyaksikan film. Sederhana, ‘kan?

Kebiasaan kembali ke lokasi tinggal seusai jam kantor akan menciptakan pola hidupmu lebih teratur. Kamu cenderung dapat tidur tepat waktu, contohnya setiap jam 10 malam tiap harinya. Setelah tidur sekitar 7-8 jam, anda pun dapat bangun tepat jam 6 masing-masing pagi. Bagaimana pun, masa-masa istirahat yang lumayan dan waktu istirahat yang tertata akan berdampak baik untuk kesehatan dan produktivitas kerjamu.

5. Nongkrong memang terdapat faedahnya, tapi tidak sedikit juga hal beda yang dapat kamu kerjakan dan lebih bermanfaat

 

Nongkrong atau kumpul dengan rekan memang bukan sekadar tertawa bareng atau merundingkan hal-hal yang tak penting. Benar andai ada yang berasumsi bahwa pekerjaan nongkrong tersebut juga terdapat manfaatnya. Kamu dapat punya tidak sedikit teman atau memperluas jaringan pertemananmu. Kamu juga punya peluang bertemu kawan-kawan lama yang punya hobi yang sama. Bahkan, acara-acara kumpul sederhana tersebut juga dapat jadi mula cerita suksesmu yang membina bisnis sendiri.

Namun, lepas dari guna positif dari nongkrong dan kumpul bersama, pikirkan hal-hal beda yang pun tak kalah berfungsi dan dapat kamu kerjakan sendiri di rumah. Kamu punya peluang untuk mengakrabi buku-buku favoritmu atau mewujudkan suatu kebun sayur organik yang jadi impianmu. Setidaknya, anda tak mesti menerbitkan uang dan tenaga tambahan untuk memanfaatkan masa-masa luangmu, ‘kan?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *