7 Hal yang Membuat Hidup Terasa Biasa. Padahal Banyak Hal yang Sudah Kamu Lakukan

Pernah nggak sih anda merasa hidupmu laksana berjalan di tempat? Ibarat tayangan televisi yang disaksikan secara berulang-ulang, anda akhirnya merasa bosan. Padahal bila ditarik ke belakang, anda bukan tergolong orang yang malas mengerjakan aktivitas. Kamu malah aktif berkegiatan, mulai dari event yang buatmu bisa penghasilan, hingga yang suka rela dilakukan.

Dari luar, tidak sedikit yang mengira hidupmu sungguh menyenangkan. Bahkan tidak sedikit dari teman-temanmu yang bercita-cita punya ritme hidup dan kegiatan sepertimu. Namun jauh di dalam hatimu, tak hanya jenuh yang dirasa. Tapi pun merasa bahwa hidupmu seakan tak berkembang dan biasa saja. Banyaknya piagam keikutsertaan pekerjaan tak kemudian buatmu berbagga. Kamu malah bingung mengapa hidupmu yang sibuknya ngalah-ngalahin orang urgen ini berlangsung biasa.

Stagnannya hidupmu ini tentu ada penyebabnya. Hanya anda yang tak menyadarinya saja. Seperti hal-hal di bawah ini, yang sebetulnya sepele sekali.

1. Banyak pekerjaan yang anda lakukan sendiri. Pantas saja hidupmu terasa datar, karena anda kurang berinteraksi di dalamnya

Sibuk namun sendiri via

Kalau disaksikan jadwal pekerjaan harianmu, anda memang nyaris tak punya masa-masa istirahat. Dari Senin hingga Minggu, pagi hingga sore, sudah sarat dengan kegiatan. Namun setelah kembali dari berkegiatan, melulu rasa capek yang anda dapatkan. Mungkin anda lupa, bahwa interaksi ke sesama orang sangat dibutuhkan di dalam kehidupan. Tapi dari sekian kegiatan, tidak sedikit yang anda lakukan sendiri alias tanpa teman. Memang sih anda terkesan mandiri. Namun andai tidak terdapat interaksi, ya layak saja andai hidupmu stagnan di situ.

2. Kamu jelas terjebak dalam rutinitas yang minim tantangan. Dari sekian tidak sedikit kegiatan, kebanyakan melulu di seputar zona nyaman

Minim kendala via

Bangun, siap-siap, pergi, datang ke event, pulang, kemudian udah. Hampir masing-masing hari itulah rutinitasmu. Hari berikutnya bermukim tekan tombol repeat. Rutinitas yang anda lakoni tiap hari jelas minim dalam segi tantangan. Sebab banyak sekali hal yang anda lakukan melulu berkutat di zona nyamanmu saja. Di mana anda sudah tahu akan laksana apa pekerjaan ini dilangsungkan nantinya. Ibarat santap sesuatu tapi anda tak perbah berani menambahkan sambal. Enak sih, namun nggak menantang!

3. Kamu terlampau menggebu dalam mengerjakan sesuatu. Hingga tak sempat bahwa kesukaan dirimu juga perlu tercukupi

Kebutuhan batinmu tak terpenuhi

Tak dapat dipungkiri bahwa anda orangnya terlampau menggebu. Termasuk ketika menjalani hari-harimu. Kamu pasti memfokuskan seluruh benak dan tenaga supaya jadwal sehari-harimu dapat dilakoni semua. Memang sih dampaknya kamu dapat memenuhi semua. Tapi konsekuensinya anda jadi tak punya peluang untuk bersenang-senang. Padahal dengan senang-senang ini, hidupmu tak bakal berjalan gitu-gitu aja. Sebab dengan mencukupi kesukaan diri hidupmu jadi terdapat naik turunnya.

4. Bisa pun karena anda terlalu takut mengupayakan hal-hal baru. Kamu khawatir andai nanti ekuilibrium hidupmu berubah sesudah itu

Selalu fobia mencoba. Maunya yang udah pernah aja

Meski sibuk dan nyaris tak punya waktu guna diri sendiri, anda lebih sering mengerjakan hal-hal yang sama. Selalu terdapat rasa fobia untuk mengupayakan hal-hal yang sebelumnya tak pernah anda coba. Takut andai nanti sistem hidup yang telah ada berubah Casinoroyal7 dan buatmu kesusahan sendiri. Ketakutan dan selalu mengerjakan hal-hal yang sama ini pada kesudahannya yang bikin hidupmu terasa B aja. Stagnan dan berlangsung di unsur yang lurus-lurus saja.

5. Atau dari semua pekerjaan yang dilakukan, niatnya melulu untuk mengasyikkan orang. Tanpa sadari anda jadi tak berkembang

Asal mereka senang, anda pun tenang

Segala sesuatu memang disaksikan dari niatnya. Kalau niatnya guna buat dirimu berkembang, pasti saja hidupmu tak bakal berjalan biasa atau begitu-gitu saja. Kamu tentu malu-malu mengakui, bahwa niatmu mengerjakan ini itu melulu untuk mengasyikkan orang lain.

Parameter keberhasilan dari apa yang anda lakukan ialah omongan lain. Makanya anda selalu mengkhususkan apa yang orang bilang daripada apa yang anda butuhkan. Kalau niatmu sibuk ini melulu untuk mengasyikkan orang lain, layak saja hidupmu melulu datar-datar saja. Sebab terdapat bagian dari dirimu yang seharusnya dapat berkembang, tapi anda abaikan melulu untuk kesukaan orang.

6. Hidup yang biasa dapat jadi karena anda kurang mensyukuri. Ingat, syukur yang hidupmu butuhkan adakah yang sudah terbit dari hati

Bersyukur tak dari hati

Hal beda yang menciptakan hidupmu berlangsung biasa aja ialah rasa syukur. Bisa jadi sekitar hidup ini rasa syukur yang anda panjatkan melulu sekadar formalitas. Bukan syukur dari hati yang dapat legakan perasaan. Kalau sekitar ini syukur yang anda panjatkan melulu ‘yang urgen kelihatan’, layak aja hidupmu berlangsung dengan datar-datar saja.

7. Sepele namun fatal. Kamu asal melakukan tidak sedikit hal tanpa tahu tujuan, yang urgen kelihatan punya kesibukan

Tak punya destinasi pasti

Kalau jadwal harianmu kosong dua hari saja, kamu dapat kebingungan sendiri. Makanya anda berlomba-lomba untuk mengisi jadwal kegiatanmu dengan apa saja yang dapat dilakoni. Asal sarat terisi, semangatmu menjalani hidupi pasti dapat tetap on. Padahal bila ditanya apa tujuanmu atas kegiatan ini, anda tak punya jawaban pasti.

Mmm ya pingin sibuk aja. Biar ada pekerjaan lah intinya~

Mungkin ini lah yang menjadikan hidupmu tak terdapat gregetnya. Tujuan dari apa yang dilaksanakan saja anda tak tahu guna apa. Ibarat kapal yang berlayar, anda tak punya arah inginkan kemana. Padahal semua awak kapal menyeluruh dan bahan bakar yang penuh.

Nggak butuh minder andai saat ini anda merasa hidupmu berlangsung biasa atau begitu-gitu saja. Sebab smeua orang tentu pernah merasakannya. Satu urusan yang perlu anda lakukan, cari tantangan. Apapun itu, kerjakan dengan niat dan destinasi yang jelas. Tak perlu fobia gagal. Toh tidak berhasil bukanlah sebuah kekeliruan yang memalukan.